Hanya 4 dari 14 OPD Penghasil PAD di Merangin Mencapai Target

Jambi Win — Hanya Empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) nya mencapai target tahun 2021, dari 14 SKPD penghasil PAD di Kabupaten Merangin.

Pertama, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Nakbun) bahkan realisasi PAD melebihi terget, dengan capaian 201,68 persen, dari target Rp Rp 120 Juta, realisasinya Rp 242 Juta lebih.

Selanjutnya, RSUD Kolonel Abundjani Bangko capaiannya 131,10 persen, dari target Rp 42.6 Miliar, realisasinya Rp 55.8 Miliar. Kemudian, Dinas Kominfo dengan capaian 115,91 persen, dari target Rp 324 Juta, realisasinya sekitar Rp 376 Juta.

Terakhir OPD yang PAD nya tercapai, yakni Dinas Lingkungan Hidup (LH) capaiannya 110,33 persen, dari target Rp 415 Juta, realisasinya sekitar Rp 458 Juta.

Sementara itu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) hampir mencapai target hanya kurang 2,13 persen. dari target Rp 10.3 Miliar tercapai Rp 10.1 Miliar atau realisasinya 97,87 persen.

Selanjutnya, Dinas Kesehatan dengan realisasi PAD sebesar 78,69 persen dari target Rp 13.1 Miliar. Lalu Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) dengan realisasi 70,51 persen dari target Rp 41.5 Miliar.

Kemudian, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan realisasi 70,01 persen dari target Rp 405 Juta. Lalu, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) dengan realisasi 68,68 persen dari target Rp 68,5 Juta.

Selanjutnya, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) dengan realisasi 51,17 persen dari target Rp 1.4 Miliar.

Kemudian SKPD yang realisasi PAD nya dibawah 50 persen yakni, Dinas Perhubungan dengan realisasi 34,52 persen dari target Rp 800 Juta.

Selanjutnya, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikuktura (TPH) dengan ralisasi 30,93 persen dari target Rp 150 Juta.

Sedangkan SKPD yang realisasi PAD dibawah Sepuluh persen yakni, Dinas Perikanan dengan realisasi hanya 6,40 persen dari target Rp 25 Juta, sedangkan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan atau Damkar dengan realisasi PAD nya diangka 5,24 persen dari target Rp 50 Juta.

Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Merangin, Bustami yang dikonfirmasi mengatakan, penyebab masih ada SKPD yang rendah capaian PAD nya karena faktor bencana alam dan Covid-19.

“Seperti di Perikanan ini, kolam benih ikan mereka kena banjir, sehingga banyak kolam jebol. Kemudian Sektor Pariwisata kita, karena zona merah, orange sehingga tempat wisata tutup,” terang Bustami.

Sementara di BPPRD sendiri, dikatakannya Bustami, bahwa memang tidak mencapai terget, tapi angka pemasukan lebih dari tahun lalu.

“Dari target memang tidak tercapai, tapi uang masuk itu lebih Rp 4 Miliar dari sebelumnya. Karena memang target kita lebih besar dari tahun sebelumnya,” ujarnya

Dirinya juga berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir, sehingga ekonomi masyarakat membaik. Karena memang secara keseluruhan, realisasi PAD tahun 2021 cukup tinggi, yakni 96,99 persen atau Rp 107.9 Miliar dari target Rp 111.3 Miliar.

“Dan SKPD yang mencapai target tahun 2021 lalu ini akan kita berikan piagam penghargaan,” tambahnya.

Sedangkan target PAD pada tahun 2022, dikatakan Bustami, target naik dari tahun 2021 lalu, yakni sebesar Rp. 118.223.180.819 atau sekitar Rp 118.2 Miliar. (*)