Opini Musri Nauli : Perjalanan Betuah (54)

Jambi.win – Didalam tembo selalu disebutkan dari durian ditakuk rajo lepas kesialang belantak besi melayang ke Tanjung Simalidu menepih beringin nan sebatang, Beringin gedang nan sekali dalam, mendaki bukit kelarik nan besibak meniti pematang panjang, menepat ke Singkil Tujuh Balarik ke sepisak pisau hilang mendaki bukit Alam Babi meniti pematang panjang menepat ke bukit cindaku laju ke ulu Parit Sembilan menuju ke Sungai Reteh dan Sungai Enggang Marem Tanjung Labuh terjun ke laut nan mendidih menempuh ombak nan berdebur merapat ke Pulau nan tigo, sebelah laut Pulau Berhalo naik ke sekatak Air Hitam menuju ke Bukit Seguntang – guntang mendaki bukit tuo lepas sungai Bayung Lincir laju ke hulu Sungai Singkut dikurung bergandeng bukit tigo mendaki ke serintik hujan panas meniti Bukit Barisan turun ke Renah Sungai Buntal menuju ke Sungai Air Dikit, menerpa ke Hulu sungai Ketaun mendaki bukit malin dewa laju ke sungai Ipuh mendaki Bukit Sitinjau Laut, sayup – sayup laut lepas menuju gunung berapi di situ tegak Gunung Kerinci menepat ke Muaro Bento menempuh Bukit Kaco meniti Pematang Lesung terus menuju Batu Anggit dan Batu Kangkung, Teratak Tanjung Pisang, Siangkak – Siangkang Hilir pulo ke durian di takuk rajo di situ mulai bejalan balik pulo ketempat lamo bejalan meniti batas.

Itulah batas yang kini menjadi Wilayah Provinsi Jambi sebagaimana dimaksud UU Nomor 61 Tahun 1958.

Mengikuti alur dari tembo dari “Telun Berasap” yang terletak di Kabupaten Kerinci yang langsung berbatasan Jambi – Sumbar, hingga “sebelah laut Pulau Berhalo naik ke Sekatak Air Hitam” yang terletak di Kecamatan Sadu, Tanjung Jabung Timur langsung berbatasan dengan Provinsi Sumsel adalah nama-nama wilayah Jambi.

Mari kita telusuri nama-nama tempat “Tanjung Samalidu” yang terletak di Marga Jujuhan, Durian Takuk Rajo yang dikenal di Marga VII Koto (sekarang menjadi Kecamatan VII Koto dan Kecamatan VII Koto Ilir), Marga IX Koto dan Marga Sumay (yang kemudian menjadi Kecamatan Sumay dan Kecamatan Serai Serumpun).

“Durian takuk rajo” dikenal di Marga VII Koto, Marga IX Koto dan Marga Sumay.

“Bukit alam babi”, “Bukit cindaku” adalah nama-nama dikenal di Talang Mamak Simarantihan Marga Sumay.

Bukit Sitinjau Laut adalah nama tempat ikrar antara Tiga Rajo (Raja Pagaruyung, Raja Palembang dan Rajo Jambi) yang membagi wilayah yang kemudian dikenal “durian takuk rajo”. Bukit Sitinjau Laut terletak di Kabupaten Kerinci.

Sedangkan batas Jambi – Sumsel dikenal dengan “sialang belantak besi”. Nama yang dikenal dalam ingatan masyarakat Melayu Jambi. Nama ini dikenal didalam Marga Buki Bulan, Batin Datuk Nan Tigo, Marga Pelawan, Marga Simpang III Pauh, Marga VI Mandiangin, Batin XXIV, Marga Pemayung Ulu, Marga Pemayung Ilir, Marga Mestong, Marga Kumpeh, Marga Kumpeh Ilir dan Marga Berbak.

Nama “sialang belantak besi” kemudian dikenal nama “cucuran air” didalam Marga Bayat. Marga Bayat termasuk kedalam wilayah Provinsi Sumsel.

Seloko “cucuran air” dikenal “apabila mudik dari Bayat ulu”, seberang kanan adalah Jambi. Terus sampai Sungai Badak. Sedikit kiri maka itu adalah punya Marga...Baca selengkapnya di Opini Musri Nauli


Source : Jambiseru.com