Opini Musri Nauli : Perjalanan Betuah (2)

Direktur Tim Media Haris-Sani, Musri Nauli, S.H. Foto : dok/Jambi.win
Jambi.win - Mengikuti perjalanan Al Haris "seakan-akan" berkejaran waktu. Dengan stamina yang kuat, tidak mengenal capek, para kru pendukung berkejaran untuk mendukung agenda yang telah disusun. 

Didalam sebuah pemberitaan, ketika disebutkan Al Haris mengunjungi "ujung" Sarolangun ataupun Ujung Jambi maka seketika terbayang tentang Marga Batin Pengambang. Sebuah Marga tertua yang dikenal di Jambi. 

Ditambah ketika Al Haris mengunjungi Muara Talang, Desa Muara Air Dua menyeberang melalui jembatan gantung yang hanya bisa ditempuh sepeda motor atau kendaraan roda. Kemudian menuju Desa Batin Pengambang, Desa Sekeladi dan Desa sekitarnya. Maka dipastikan Al Haris kemudian berkunjung dan mengeliling Marga Batin Pengambang. 

Mengutip tulisan sebelumnya, Marga Batin Pengambang tidak dapat dilepaskan berbagai istilah seperti "nenek semula Jadi", "Tegur sapo.Tegur Ajar. Guling Batu", "4 Rio penjaga Negeri" dan nama-nama dusun yang termasuk kedalam Marga Batin Pengambang. 

Nenek Semula Jadi atau ada jugs menyebutkan Nenek Moyang Bukit Lupo adalah nama "Puyang" yang dikenal didalam Marga Batin Pengambang. 

Sampai sekarang makam Nenek Semula Jadi masih sering diziarahi para anak dan cucu yang kembali dari perantauan....Baca selengkapnya di Perjalanan Betuah